Kevin Mitnick – The Most Wanted Hacker

The Condor, adalah sebuah hacker id yang menjadi The Most Wanted oleh FBI pada dekade 90-an. Beberapa catatan tentang the condor ini adalah Hacker yang paling sering dipublikasikan karena perkara kriminal : ditangkap kalima kalinya karena tuduhan kepemilikan 20.000 nomor kartu kredit curian, mencuri sistem opersi DEC (Digital Equipment Corp) secara ilegal, serta mengambil alih seluruh hub jaringan telepon New York dan California yang merupakan dua kota besar jantung bisnis Amerika bahkan dunia.

Sesungguhnya apa saja sih yang telah dilakukan oleh seorang Kevin Mitnick?, sehingga FBI sangat getol untuk menangkap dan menghentikan semua aktifitas Hacker yang dilakukannya… Nggak tanggung-tanggung, ibarat Kamus Kapolisian kita, nangkap Bandar narkoba, harus pake jurus Pengedar Narkoba, maka FBI menjalin kerjasama dengan seorang Hacker keturunan Jepang bernama Tsutomu Shimamora dan menjadikannya sebagai seorang Police Hacker…!

SMK Butuh 5.000 Guru

Ayooo !!! jadi guru ??? dibutuhkan 5000 guru katanya ??? yakin ??  ternyata bener loo Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) membutuhkan pasokan guru dalam jumlah yang cukup besar. Menurut perhitungan kasar, saat ini setidaknya dibutuhkan penambahan 5.000 guru SMK dengan berbagai jenis keterampilan kerja yang siap diterjunkan double shift.

Penambahan tenaga pengajar SMK tersebut, ”Tahun ajaran kali ini terdapat peningkatan peminat SMK yang signifikan. Tercatat 1,3 juta siswa mendaftar di SMK. Ini meningkat 25 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya. Padahal, rasio penambahan jumlah SMK sendiri hingga 2008 baru 10 persen. Itu artinya, semua bangku yang ada di SMK terisi penuh termasuk SMK yang baru berdiri,” ujar Direktur Pembinaan SMK Depdiknas, Joko Sutrisno, kepada pers, Senin (14/7).

Menurut Joko, peningkatan jumlah peminat SMK tersebut membutuhkan penambahan jumlah pengajar yang tak sedikit. Jumlah guru SMK sendiri hingga sekarang tercatat 200 ribu guru. Dari jumlah itu, 130 ribu di antaranya berstatus PNS. ”Untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar tersebut, Depdiknas melalui Direktorat Pendidikan Kejuruan melakukan upaya diversifikasi guru SMK,” jelasnya.

Salah satu caranya, kata Joko, adalah dengan merekrut mahasiswa yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan PPL (Praktik Pengenalan Lapangan) untuk menjadi tenaga pengajar SMK. ”Program ini kami sebut sebagai KKN tematik. Jadi, sambil KKN, mahasiswa diminta menjadi guru di SMK,” tegasnya.

Joko menyatakan, tahun ini ada delapan perguruan tinggi yang sudah mengadakan memo kesepakatan kerja dengan Depdiknas untuk melaksanakan program KKN tematik. Perguruan tinggi itu, di antaranya Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS), Universitas Negeri Surakarta (UNS), Universitas Negeri Makasar, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Medan, dan Universitas Gajayana Malang. Beberapa jenis keterampilan yang bakal diajarkan oleh mahasiswa ini, antara lain pertanian, ekonomi, bisnis, manajemen, dan teknologi.

Joko menjelaskan, pada tahap pertama KKN tematik akan menerjunkan 600 mahasiswa. Mereka akan terjun ke lapangan selama enam bulan berturut-turut. Lalu, pada semester berikutnya akan digantikan oleh mahasiswa lainnya. Para mahasiswa peserta KKN tematik ini, selain mendapatkan penilaian sebagai hasil dari penugasan kampus, juga akan memperoleh uang lelah dari Depdiknas. ”Nilainya untuk masing-masing mahasiswa sekitar Rp 1 juta per bulan. Ini uang bantuan transpor, bantuan makan, dan lainnya,” tegasnya.

Selain melalui KKN tematik, kata Joko, pemenuhan kebutuhan tenaga pengajar SMK juga akan dilakukan melalui pola kemitraan dengan dunia industri. Yakni dengan mengundang pihak industri untuk menjalin kerja sama dengan SMK-SMK, baik sebagai lokasi praktik kerja maupun dengan cara langsung mendatangkan pelaku industri ke SMK-SMK sebagai tenaga pengajar. ”Saya yakin dengan dua model kerja sama tersebut, kebutuhan tenaga pengajar SMK dalam waktu dekat ini akan terpenuhi. Setidaknya, kebutuhan tenaga pengajar untuk satu semester sudah terjamin,” jelasnya. Mau ???

Unas Jeblok, Ganti Semua Kepala Sekolah

Baru aja kita selesai benah-benah berkas sehabis Ujian Nasional…ternyata gubrak !!! :( ( Nilai Unas Jeblok ??? saya bertanya-tanya apakah cuma sekolahan saya aja ??? :O Thanks good, Alhamdulillah ternyata kamikami cuma harus meninggalkan 1 siswa dibelakang kami alis “Kagak Lulus” Kacian deeh….

Ups… :( saya kaget banget, setelah saya baca berita di WEB yaitu Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), berencana mengganti seluruh kepala SMP di kota itu. Kegagalan pendidikan menengah pertama yang ditandai dengan jebloknya nilai ujian nasional (unas) lulusan SMP di Kupang menjadi salah satu pertimbangan.

Wali Kota Kupang Daniel Adoe mengaku prihatin atas keterpurukan lulusan SMP kotanya. Dia menyesalkan ribuan siswa SMP yang tidak lulus tahun ini. “Saya belum tahu penyebabnya,” kata Adoe kepada wartawan kemarin (9/7). Menurut saya, penyebabnya adalah standar kelulusan yang tiap tahun bertambah berat, ditambah daya juang anak saat ini sangat menurun dibanding tahun2 sebelumnya..

Bahkan, ada sebuah sekolah yang tidak berhasil meluluskan seorang siswa pun alias nol persen. Sementara itu, hanya dua SMP yang berhasil meluluskan siswanya 100 persen. Bagaimana nich…tahun depan pak mentri ???

Sekolah yang Jual Buku Pelajaran Akan Ditindak

Halloo….ini posting pertama saya, saya cuplik dari Kompas.COM. Menurut infonya Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menegaskan, Dinas Pendidikan Dasar harus menindak tegas sekolah dasar dan sekolah menengah pertama negeri yang menjual buku pelajaran pada tahun pelajaran 2008-2009 ini. Sanksi yang diberikan harus sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dibuat oleh sekolah atau pimpinan sekolah.

”Buku pelajaran itu harus gratis. Kalau ada sekolah yang terbukti menjual buku-buku itu harus ditindak secara tegas,” kata Fauzi, seusai berdialog dengan anak-anak dalam acara ”Aku Bercerita tentang Diriku dan Lingkungan”, Minggu kemarin di Taman Suropati, Jakarta Pusat.

Seperti diberitakan, sejak tahun pelajaran baru dimulai, Senin (14/7), sebagian sekolah menjual buku paket pelajaran di luar buku bantuan pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Dinas Pendidikan Dasar DKI telah menurunkan tim pembinaan aparatur untuk memeriksa laporan dari masyarakat yang masuk baik kepada wartawan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Dinas Dikdas. (Kompas, 17/7-19/7)

Fauzi juga meminta kepada orangtua murid untuk melaporkan jika pihak sekolah menjual buku pelajaran atau mewajibkan membeli buku pelajaran lain di luar buku paket pelajaran yang disediakan pemerintah.

Selain itu, gubernur mengharapkan, orangtua harus menunjukkan bukti-bukti seperti kuitansi pembelian dan sebagainya untuk mempermudah pelacakan dan pemberian sanksi kepada sekolah ”nakal”.

”Bagaimana kami mau menindak jika laporan yang masuk hanya katanya. Silakan laporkan dan dilengkapi dengan bukti-bukti menguatkan,” ujarnya. Nah saya yakin, ini merupakan promo yang baik untuk The Next Jakarta’s Gubernur.

Secara terpisah, Kepala Subdinas Standardisasi dan Pengembangan Pendidikan Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta Kamaluddin mengatakan, saat ini Menteri Pendidikan Nasional telah membeli hak cipta untuk 49 dari sekitar 290-an buku pelajaran dan buku penunjang yang direncanakan. Rencana itu terkait dengan program reformasi pengadaan buku. Rencananya, awal Agustus, program itu akan diluncurkan oleh Presiden RI.

Wakil Kepala Dinas Dikdas DKI Jakarta Saefullah mengatakan, pengadaan buku pelajaran SD dan SMP negeri di Jakarta sudah sejak tahun 2006-2008. Pengadaan buku secara bertahap, sesuai dana dari APBD, yakni 35 persen dari dana bantuan operasional sekolah. Yah…kita tunggu aja ya..semoga aja seluruh daerah juga mengikuti jejak Bang Fauzi ini, khususnya Bekasi…hiks hiks :(